Showing posts with label kamera. Show all posts
Showing posts with label kamera. Show all posts

Monday, May 27, 2013

Sony Cyber-Shot HX50, Kamera Teringan di Dunia

By: Unknown On: 9:58 AM
  • Let's Get Social
  • Sony yang telah lama berkecimpung dengan teknologi kamera, kini meluncurkan kamera kompak digital terkecil dan teringan di dunia dengan 30x pembesaran optikal.

    Memiliki lebar lebar 10,8 cm, tinggi 6,35 cm dan berat 0,27 kg atau 270 gram, Sony menamakan kamera terbarunya ini dengan Cyber-Shot HX50.
    Sony Cyber-Shot HX50, seri terbaru Sony ini memiliki sensor 20,4 juta piksel Exmor R CMOS yang digabungkan dengan prosesor Bionz, sehingga mampu menghadirkan gambar kualitas tinggi bahkan dalam kondisi minim cahaya seperti dilansir techradar.com.
    Dengan sistem autofokus cepat mampu mengabadikan momen dengan objek bergerak cepat. kecepatannya diklaim Sony, dua kali lebih cepat dari terdahulunya yaitu Sony HX200V.
    Dengan pembesaran optikal 30x, HX50 mampu menghadirkan gambar dengan jarak lensa 24-720 mm dengan hanya menggunakan lensa 35mm. Bukaan diafragma HX50 ini juga ditingkatkan menjadi f/3.5 dan f/6.3 untuk telephoto.
    Selain itu, HX50 juga memiliki opsi tambahan seperti electronic viewfinder (EVF), lampu flash, mikrofon. Selain itu mampu mengabadikan video pada 50p disertai koneksi Wi-Fi dan GPS. Sony pun mengklaim bahwa baterai pada HX50 yaitu X-type lithioum-ion mampu mengambil gambar sebanyak 400 foto dalam sekali pengisian baterai.
    Rencananya HX50 akan ada di pasaran awal Mei ini dengan kisaran harga 350 dolar Amerika atau sekitar 3,5 jutaan rupiah.




    Friday, April 12, 2013

    Review Sony Cybershot RX1

    By: Unknown On: 10:20 AM
  • Let's Get Social
  • Evolusi kamera saku saat ini berkisar pada desain yang lebih tipis dan jangkauan lensa yang lebih panjang. Namun Sony mencoba menawarkan inovasi yang menyegarkan dengan Cybershot RX-1 yang mengusung sebuah konsep baru di dunia kamera digital. Sony Cybershot RX-1 adalah kamera saku pertama (dan masih satu-satunya) di dunia yang telah menggunakan sensor berukuran penuh atau full-frame.
    Konsep dan desain
    Jika dilihat dari ukuran bodinya, RX1 memang cukup besar tapi masih lebih kecil dibandingkan beberapa kamera prosumer yang mengandalkan lensa dengan jangkauan zoom panjang. Bodi dari bahan logam membuat bobotnya cukup berat, namun terasa lebih mantap dibandingkan kamera saku kebanyakan saat digunakan memotret. Penggunaan bahan logam ini juga sukses menaburkan aura eksklusif dan mewah saat Anda melihat dan menggunakannya. Desain grip atau genggaman yang agak rata ternyata tidak membuat tangan terpeleset atau kurang nyaman.
    DSC RX1 hand Front FocusModeDial 800x502 Review Sony Cybershot RX1 review kamera saku 5 foto video
    DSC RX1 viewfinder 190x190 Review Sony Cybershot RX1 review kamera saku 5 foto video
    Di bagian atas, terdapat kenop putar yang mengatur mode pemotretan dan satu kenop tambahan untuk mengatur exposure compensation. Ini adalah fitur yang amat berguna dan jarang ditemukan di kamera DSLR sekalipun. Selain itu, terdapat tombol C yang dapat diatur sebagai tombol pintas (shortcut) untuk fungsi tertentu seperti mengatur ISO dan sebagainya. Sony juga menyediakan tiga setting custom untuk mempercepat proses mengatur setting saat hendak menjepret. Anda bisa mengatur setting dari 27 fungsi di RX1 lalu menyimpannya di salah satu mode tersebut. Misalnya, Anda dapat mengatur Drive Mode, ISO, White Balance, dan setting lainnya, lalu menyimpannya sebagai satu dari tiga pengaturan khusus tersebut.
    Pengaturan diafragma dan jarak fokus, serta mencari fokus secara manual langsung dilakukan dengan memutar bodi lensa. Mekanisme putar lensa saat mengubah setting ketiganya amat halus dan tidak mudah terputar secara tidak sengaja. Peralihan antara mode fokus otomatis dan manual juga dapat dilakukan di bagian bawah lensa. Ini jelas mempercepat saat saya sedang memotret mengingat kita tidak perlu menatap layar LCD dan mencari menu yang tepat untuk menaikkan aperture, misalnya.
    Performa & Fitur
    Sony RX1 menggunakan sensor berukuran penuh dengan resolusi 24 megapixel, sama seperti sensor Sony Alpha SLT-A99. Dipadukan dengan lensa Carl Zeiss Sonnar T* (T Star) 35mm f/2.0, RX1 mampu menghasilkan foto yang menakjubkan. Lensanya dapat menemukan fokus dengan senyap dan nyaris tanpa suara. Menemukan fokus cukup cepat, walaupun belum setara dengan kamera DSLR.
    Pada setting f/2.0, bokeh (bagian background yang blur) pada hasil foto RX1 terlihat amat halus sambil tetap mempertahankan ketajaman di area yang difokuskan. Inilah bukti kualitas lensa Carl Zeiss yang digunakannya. Bahkan saya juga sempat mengambil beberapa foto makro yang memang sebenarnya kurang ideal untuk RX1. Dan ternyata hasilnya juga amat memuaskan, dengan detail yang terjaga walaupun jangkauan lensanya sebenarnya terlalu lebar untuk kebutuhan makro.
    Performa ISO tinggi juga amat mengagumkan. Noise pada foto di setting ISO 100-1600 amat minim dan lebih baik dibandingkan DSLR APS-C. Sementara pada ISO 3200-6400, noise mulai sedikit terlihat tapi sama sekali tidak mengganggu. Di setting ISO yang ekstrem, 12800-25600, noise terlihat jelas dan mengurangi detail pada foto. Sony memasukkan satu fitur yang dapat mengurangi noise, yaitu Multi NR Auto. Dengan fitur ini, RX1 mengambil beberapa gambar yang lalu digabungkan menjadi satu gambar dengan tingkat noise lebih rendah.
    Dengan performa ISO yang mantap, Anda dapat memotret di malam hari atau suasana remang-remang tanpa bantuan tripod. Jika diperlukan, Anda juga bisa memotret dalam format RAW yang dapat diproses lebih baik di komputer.
    Untuk fotografer pemula, Sony menyediakan berbagai fitur fotografi yang menyenangkan dan dapat membantu untuk menghasilkan foto hebat. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah Auto HDR (High Dynamic Range), DRO (Dynamic Range Optimizer), Auto Portrait Framing, Creative Style, Picture Effect, dan dukungan perekaman video Full HD. Dari pengujian, fitur Auto HDR dan DRO cukup efektif untuk menghasilkan foto dengan dynamic range yang luas di kondisi cahaya yang menyulitkan. Dengan bereksperimen, Anda akan menemukan efek mana yang cocok bagi Anda. Jika masih kurang puas, Anda dapat memotret dalam format RAW dan menyuntingnya di komputer.
    Sayangnya, tidak ada gadget yang sempurna. Baterai RX1 yang berukuran kecil hanya dapat digunakan untuk memotret sekitar 330 foto tanpa lampu kilat. Sony juga tidak menyertakan charger eksternal dan hanya menyertakan kabel micro USB untuk mengisi baterainya. Keuntungan sistem pengisian baterai gadget seperti ini adalah Anda dapat menggunakan baterai gendong atau power pack untuk mengisi baterai RX1 saat berjalan-jalan.

    Feature Post